Tips Mencegah Keguguran Seperti Yang Dialami Ashanti

Sempat dikabarkan hamil lagi dalam jangka waktu yang cukup sebentar setelah menjalani prosedur operasi Caesar, publik tiba-tiba saja dikejutkan oleh kabar Ashanty Hermansyah yang justru mengalami keguguran beberapa hari yang lalu. Keguguran yang dialami Ashanty ini diawali dengan pendarahan yang tidak biasa.

Melihat kasus yang terjadi pada Ashanty, setiap wanita yang sedang hamil atau merencanakan ingin mempunyai keturunan sebaiknya mewaspadai masalah pendarahan saat kehamilan. Memang, tidak semua pendarahan saat hamil bisa berbahaya bagi kesehatan ibu atau kehamilan. Namun, bisa jadi pendarahan ini memang tanda adanya masalah dalam kehamilan atau pertanda akan terjadinya keguguran atau abortus. Berikut adalah beberapa gejala pendarahan saat hamil yang patut untuk diwaspadai.

  • Gejala seperti hamil yang tiba-tiba menghilang
    Pendarahan saat hamil kerap kali disertai dengan rasa nyeri pada perut, atau pinggang bagian belakang. Jika gejala ini disertai dengan kondisi kehamilan yang menghilang seperti tidak adanya lagi sensasi mual dan muntah, tidak sensitifnya area payudara, dan perut yang tidak lagi terasa kembung, bisa jadi kita mengalami keguguran spontan yang tentu harus segera diperiksakan ke dokter. Meskipun terlihat mengenaskan, pakar kesehatan menyebutkan bahwa 1/3 kehamilan memang bisa berakhir dengan keguguran seperti ini.

  • Rasa nyeri pada satu bagian perut
    Tak hanya pendarahan, jika salah satu bagian perut mengalami rasa nyeri yang sangat hebat sehingga bisa membuat ibu hamil pingsan, maka dikhawatirkan ibu sedang mengalami kehamilan ektopik atau kondisi di mana sel telur yang sudah dibuahi justru berada di luar rahim, tepatnya di saluran telur atau tuba falopi.

Tiga bulan pertama masa kehamilan adalah masa yang kritis. Perlu perawatan ekstra untuk menjaga janin sehat dan tidak terjadi keguguran.

Ahli kesehatan dr. Rifsia Ajani mengingatkan, pada periode tiga bulan awal (trimester pertama), ibu hamil harus menjaga asupan makanan guna menjaga janin dari cacat lahir. Untuk itu, sebaiknya mengonsumsi asam folat 400 mcg setiap hari selama 12 minggu untuk menjaga kesehatan bayi. Asam folat banyak ditemukan pada sayuran berdaun hijau gelap, misalnya bayam, kangkung, sawi, atau brokoli

Apa lagi yang harus diperhatikan di saat hamil muda?

  1. Berhentilah merokok atau megonsumsi minuman keras. Resiko rokok dan alkohol pada bayi sangat buruk sehingga penting untuk menjauhkan bayi dari kedua hal tersebut.
  2. Pada kondisi hamil muda, wanita sangat rentan terkena stres dan menolak untuk makan. Padahal, perut yang kosong dapat memperparah keluhan mual dan dapat menurunkan kesehatan ibu hamil yang pada akhirnya membahayakan kandungan.
  3. Hendaknya mengonsumsi pisang untuk mengisi perut dan mulai mencari makanan dengan aroma segar seperti biskuit jahe, teh, salad, jus jeruk, atau mint.
  4. Jaga keseimbangan psikologis agar mampu menaklukkan kesulitan di awal kehamilan yang biasanya tidak mudah dihadapi, terutama bagi wanita yang baru pertama kali mengalami kehamilan.
  5. Wanita yang sedang hamil biasanya sering mengantuk. Jangan tunda untuk tidur saat serangan kantuk itu datang demi menjaga stamina dan menyimpan energi.
  6. Hindari makanan yang banyak vitamin A dan perbanyak konsumsi makanan dengan zat besi.
  7. Jangan sembarang mengonsumsi obat, suplemen, atau zat-zat kimia lainnya.
  8. Jangan melakukan olah raga berat, misalnya, lari atau aerobik high impact.
  9. Hindari pakaian ketat yang tidak lentur. Pakaian longgar atau elastis merupakan pilihan lebih baik karena tidak akan mengganggu perkembangan janin. Sama halnya dengan bra, kenakanlah yang nyaman.

Semoga kejadian yang dialami oleh Ashanty bisa menjadi pelajaran bagi para ibu di luar sana agar lebih menjaga kehamilannya dengan baik ya, bunda!

Sumber:

alodokter.com

dokita.co/

http://ibuhamil.com

doktersehat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>