Menjauhi Obesitas Sama Dengan Menurunkan Risiko Terkena Kanker

Siapa yang sedang membaca artikel ini masih memiliki masalah dengan berat badan? Masalah tidak berkesudahan ini sepertinya sudah sampai di level selanjutnya; dengan kata lain bisa membahayakan bukan hanya memicu darah tinggipenyakit jantung atau diabetes mellitus saja. Penelitian satu dekade terakhir menunjukan obesitas juga meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kanker. Seperti yang sudah kita ketahui, obesitas adalah suatu kondisi di mana tubuh memiliki proporsi lemak berlebih yang tidak sehat. Hal tersebut mengganggu berbagai keseimbangan hormon, fungsi tubuh, dan dapat menyebabkan inflamasi sehingga meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker.

Bagaimana bisa terjadi kanker karena obesitas?

Inilah beberapa mekanisme penyebab kanker pada tubuh orang yang mengalami obesitas:

  • Produksi hormon estrogen berlebih – obesitas menyebabkan produksi hormon estrogen berlebih yang dapat memicu kanker terutama meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker rahim pada perempuan.

  • Memicu hyperinsulinemia – kadar insulin berlebih dalam darah dan resistensi insulin sering ditemukan pada individu yang mengalami obesitas dan kondisi ini dapat memicu berbagai sel kanker pada organ tertentu.

  • Memicu inflamasi – sel lemak dapat memicu sistem imun untuk bereaksi terhadap jaringan tubuh yang berdekatan dengan sel lemak. Reaksi tersebut dapat memicu inflamasi di sekitar organ yang berdekatan dengan sel lemak dan bertahan dalam waktu yang lama serta dapat berkembang menjadi sel kanker.

  • Menstimulasi perkembangan sel kanker – sel lemak berpengaruh langsung terhadap kerja hormon dan senyawa hormone tumor growth factor dalam memicu kanker. Sebaliknya hormon yang bertugas sebagai penekan pertumbuhan sel abnormal seperti adiponektin cenderung lebih sedikit pada individu yang mengalami obesitas.

Jenis kanker yang dapat dipicu oleh obesitas:

Menurut National Cancer Institute, berikut beberapa jenis kanker yang lebih mungkin terjadi pada seseorang yang mengalami obesitas:

  • Kanker payudara – hal ini lebih mungkin dialami perempuan setelah memasuki menopause, dimana sel aktif memproduksi hormon estrogen berlebih pada perempuan obesitas sehingga berakibat pertumbuhan sel kanker.

  • Kanker endometrium – berbeda dengan kanker payudara pada perempuan menopause, kanker endometrium memiliki risiko yang sama saat perempuan belum memasuki masa menopause. Kanker endometrium lebih mungkin dipicu dengan adanya obesitas sentral dan keadaan gula darah yang tidak terkontrol.

  • Kanker kolorektal – pada laki-laki kanker kolorektal lebih banyak ditemukan pada individu yang tergolong obesitas berdasarkan berat badan atau IMT > 27kg/m2. Sedangkan pada perempuan kanker kolorektal lebih banyak disebabkan obesitas sentral atau kondisi perut buncit. Terdapat hipotesis bahwa produksi hormon insulin abnormal pada individu obesitas memicu terjadinya kanker kolorektal.

  • Kanker ginjal – risiko kanker ginjal lebih tinggi dua kali lipat pada individu yang mengalami obesitas. Tidak diketahui pasti bagaimana pengaruh obesitas pada kanker ini namun produksi insulin berlebih dalam darah pada seseorang dengan obesitas kemungkinan dapat memicu perkembangan kanker ginjal.

  • Kanker esofagus  – perkembangan kanker di kerongkongan ini dapat dipicu oleh kondisi refluks pada esofagus dan menyebabkan perkembangan salah satu bentuk sel kanker adenokarsinoma. Kondisi refluks lebih mungkin dialami oleh individu obesitas dan menyebabkan inflamasi yang lebih parah.

Pada dasarnya menjaga berat badan ideal adalah hal terpenting dalam mencegah perkembangan berbagai penyakit degeneratif. Tidak ketahui secara pasti bagaimana penurunan berat badan mencegah terjadinya kanker, namun menjaga berat badan ideal terbukti dapat mencegah terjadinya kanker. Suatu penelitian di Kanada menunjukan orang dewasa dengan peningkatan berat badan yang drastis lebih berisiko menderita kanker 60% dibandingkan seseorang dengan peningkatan berat badan sekitar 1-5 kg saat telah dewasa. Di samping mencegah obesitas menjaga berat badan ideal dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik rutin seperti berolahraga kardio dan melakukan yoga juga dapat membantu menjaga daya tahan tubuh dan mencegah inflamasi yang dapat memicu perkembangan sel kanker.

 

Sumber:

cancercenter.com

www.webmd.com

www.yourstory.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>