9 Penyakit Degeneratif dan Cara Mencegahnya

Tahukah Anda apa yang disebut penyakit generatif? Penyakit degeneratif disebabkan oleh penurunan fungsi organ dalam tubuh seseorang, sehingga imunitas menurun. Mungkin Anda mengira bahwa penyakit ini hanya dialami oleh orang tua. Asumsi seperti itu kurang tepat. Memang gangguan kesehatan ini pada umumnya terjadi pada lansia, tapi tidak menutup kemungkinan dialami juga oleh anak muda.

Perlu Anda ketahui, faktor penyebab penyakit degeneratif adalah usia dan dapat juga disebabkan karena gaya hidup tidak sehat seperti: kurang aktif secara fisik, malas berolahraga, dan pola makan tidak sehat dalam jangka panjang. Gejalanya kondisi tubuh yang memburuk, kerusakan jaringan tubuh, stamina menurun, dan sebagainya.

Pengobatan penyakit degeneratif dapat dilakukan secara medis, dengan obat-obatan tradisional dan tentu saja dengan meninggalkan gaya hidup yang tidak sehat. Sebelum terlambat, sebaiknya atasi penyakit degeneratif dengan tepat dan cepat. Jika kondisi tersebut dibiarkan saja, maka dampaknya buruk bagi kesehatan bahkan sangat fatal.

Nah, berikut ini adalah berbagai jenis penyakit degeneratif dan cara mencegahnya:

1. Penyakit Alzheimer

Pikun sering menyerang di usia senja. Untuk mengatasi penyakit degeneratif ini, perbanyak konsumsi ekstrak ginko biloba, bawang putih, sage, akar valerian, vitamin E, asam folat, dan vitamin B12. Cegah Alzheimer dengan menghindari makanan yang mungkin merkuri. Logam berbahaya ini dapat menurunkan fungsi kognitif. Bermain teka-teki silang maupun puzzle dapat membantu untuk menunda terjadinya penyakit Alzheimer. Selain itu, rutin minum Circulan juga akan membantu melancarkan peredaran darah dari dan ke otak, sehingga terhindar dari penyakit Alzheimer.

2. Kanker

Penyebab utama penyakit kanker bukan saja faktor genetik, tapi pola hidup yang tidak sehat. Faktor penyebab kanker lainnya termasuk radiasi berbahaya. Cara mencegah kanker dapat anda lakukan dengan menghindari makanan tidak sehat, rutin minum teh hijau, ginseng, buah dan sayur yang kaya lycopene, rajin berolahraga, dan minum Nature Squalene yang bermanfaat meningkatkan daya tahan tubuh ndan menurunkan risiko rusaknya sel dan berkembangnya sel kanker di tubuh. Untuk pria, rutin minum TARA Vitamin & Mineral yang mengandung saw palmetto dan diperkaya dengan vitamin dan mineral untuk menghambat pembesaran prostat, sehingga terhindar dari risiko kanker prostat.

3. Penyakit Parkinson

Penyakit degeneratif ini ditandai dengan kondisi tubuh penderita yang tidak mampu mengontrol aktivitas otot-otot tubuh. Untuk mencegah parkinson, perbanyak asupan buah, sayur hijau, ikan, unggas, kacang, dan sereal. Lakukan olahraga ringan secara teratur, serta hindari stres dan depresi.

4. Diabetes

Penyebab diabetes adalah kadar insulin yang tidak terkontrol. Faktor pemicunya termasuk kerusakan pada pankreas, darah tinggi, kegemukan, stres berat, dan pola hidup tidak sehat. Ubahlah pola makan Anda, perbanyak makanan kaya serat termasuk apel, jeruk, apricot, kemangi, dan bit. Jauhi minuman bersoda dan minuman kemasan berasa lainnya. Anda juga bisa mencegah naiknya kadar gula darah dengan rutin mengonsumsi TARA Nature Diablast yang bekerja dengan merangsang produksi insulin & memperbaiki toleransi glukosa.

5. Osteoporosis

Tulang yang rapuh biasanya dialami pada orang tua. Cegah penyakit degeneratif ini dengan banyak mengonsumsi makanan yang kaya kalsium, zat besi, tembaga, seng, magnesium, mangan, dan selenium. Mineral penting ini dapat ditemukan pada bayam, salmon, collard hijau, sarden, dan yoghurt. Hindari kebiasaan buruk, ataupun olahraga dengan intensitas terlalu berat.

6. Aterosklerosis

Kondisi tubuh dimana plak dan kolesterol menumpuk pada arteri dan pembuluh darah. Gangguan kesehatan ini dapat memicu serangan jantung atau stroke secara mendadak. Cara mencegahnya dengan menjauhi makanan yang dapat menaikkan kadar LDL. Untuk mengatasi masalah ini, perbanyak makanan dan suplemen yang yang dapat menaikkan kadar HDL. Perbanyak asupan buah, sayur, dan biji-bijian. Kurangi asupan makanan manis, asin, kafein, nikotin, bahan pengawet. Beberapa makanan yang membantu untuk mengatasi aterosklerosis termasuk buah bit, peterseli, bawang putih, bawang merah, dan bebuahan yang kaya vitamin C.

7. Sklerosis Ganda (Multiple Sclerosis)

Penyakit autoimun, dimana sistem antibodi justru menyerang selaput pelindung saraf pusat (myelin), saraf mata, dan saraf tulang belakang. Wanita lebih rentan terkena penyakit degeneratif ini. Gejalanya seperti gangguan penglihatan dan orientasi. Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti. Para ahli kesehatan menduga bahwa penyebabnya adalah faktor keturunan, infeksi virus, dan defisiensi vitamin D. Cara mencegah multiple sclerosis (MS) dengan mengurangi asupan protein hewani juga susu. Perbanyak konsumsi ikan, kedelai, kunyit, jahe, kenari, biji rami, minyak zaitun, dan gandum. Rutinlah berolahraga dan hindari stres.

8. Rheumatoid Arthritis

Nyeri tulang dan sendi juga merupakan salah satu dari jenis penyakit degeneratif. Untuk mengatasi rheumatoid arthritis, perbanyak makanan yang dapat meredakan pembengkakan tubuh seperti sayur hijau, makanan yang kaya vitamin C dan silicon. Rutin berolahraga sangat membantu untuk mencegah risiko rheumatoid. Pasien sebaiknya menghindari konsumsi merica, telur, dan tomat.

9. Distrofi otot

Penyakit genetik ini dapat berakibat otot rangka melemah secara progresif. Gerakan tubuh pasien menjadi tidak terkontrol dengan baik. Cara mencegah distrofi otot dengan mengurangi minuman berkafein, minuman keras, dan nikotin.

Tips cerdas mencegah penyakit degeneratif:

  • Jalani pola hidup sehat, hindari kebiasaan buruk.
  • Berikan ASI eksklusif pada bayi anda hingga 4-6 bulan, agar menurunkan kemungkinan terkena penyakit degeneratif ketika dewasa.
  • Kurangi makanan berminyak dan lemak.
  • Konsumsi karbohidrat hanya ½ dari total kebutuhan energi harian Anda.
  • Penuhi kebutuhan zat besi harian.
  • Jangan lewatkan sarapan pagi.
  • Konsumsi garam beryodium.
  • Perbanyak minum air putih.
  • Berolahraga secara rutin dan teratur.

Sehat dan bugar hingga usia lanjut!

 

sumber:

Readers Digest

thelist.com

everydayhealth.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>