Tubuh Cepat Lelah? Mungkin Ini Penyebabnya

Meninggalnya seorang dokter spesialis anestesi bernama Stefanus Taofik saat sedang bertugas, beberapa waktu lalu, ramai diperbincangan masyarakat. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menduga dokter muda itu menderita penyakit brugada syndrome. Namun kabar yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan bahwa kematian tersebut diakibatkan karena sang dokter terlalu lelah.

Lalu apabila kabar tersebut benar adanya, bagaimana agar secara fisik dan mental tubuh Anda dapat berfungsi dengan baik tanpa merasa cepat lelah? Para ahli mengungkapkan, bahwa kebiasaan buruk bisa mengakibatkan tubuh cepat lelah.

Kebiasaan buruk penyebab rasa lelah yang sering Anda lakukan diantaranya:

  • Berolahraga saat lelah
    Saat Anda merasa lelah dan segera ingin istirahat, sebaiknya lakukan olahraga ringan 20 menit sebelum benar-benar istirahat. Sebuah studi di University of Georgia menyebutkan, olahraga teratur meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh. Selain itu juga membantu sistem kardiovaskular berjalan lebih efisien dan memberikan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh. Lakukan hal ini secara rutin agar Anda lebih bersemangat.

  • Kurang minum air putih
    Menurut Amy Goodson, RD, ahli diet kesehatan Ben Hogan Sports Medicine Texas, dehidrasi menyebabkan penurunan volume darah, akibatnya darah menjadi lebih kental. Pengentalan darah mengakibatkan tugas jantung untuk memompa darah kurang efisien, sehingga mengurangi kecepatan oksigen dan nutrisi mencapai otot dan organ tubuh. Bila salah satu komponen sirkulasi darah ini terganggu, maka alirah darah ke organ-organ tubuh menjadi terhambat, otomatis aliran nutrisi dan oksigen ke organ-organ tersebut ikut terganggu, dan bila sampai tidak ada alirah darah sama sekali, maka organ tubuh tersebut akan rusak. Cukupi kebutuhan air putih setiap hari dan minum TARA Relaxan yang merupakan kombinasi empat bahan alami yang bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan jantung (Crataegus extract), pembuluh darah (Ginkgo biloba), darah (Garlic oil), dan saraf (Melissa extract), sehingga membantu mencegah gangguan sistem peredaran darah.

  • Kurang mengonsumsi zat besi
    Kekurangan zat besi menyebabkan Anda lesu, lemah, dan tidak bisa fokus. Untuk mengurangi risiko anemia, tingkatkan asupan zat besi dengan mengonsumsi daging sapi tanpa lemak, kacang merah, tahu, telur, sayuran berdaun hijau gelap,dan kacang-kacangan. Vitamin C juga membantu penyerapan zat besi.

  • Melewatkan sarapan
    Saat Anda tidur di malam hari, tubuh menggunakan konsumsi makan malam Anda untuk memompa darah dan oksigen tetap mengalir. Jadi, ketika Anda bangun di pagi hari, Anda perlu mengisi ‘bahan bakar’ dengan sarapan. Menurut Goodson, sarapan bagai menyalakan api di tubuh Anda untuk memulai metabolisme Anda. Ia merekomendasikan sarapan pagi yang mencakup biji-bijian dan protein tanpa lemak.

  • Mengonsumsi gula dan karbohidrat berlebihan
    Kenaikan gula darah secara konstan menyebabkan kelelahan sepanjang hari. Agar gula darah tetap stabil, konsumsilah gandum dan makanan yang mengandung protein tanpa lemak. Pilihan baik lainnya ayam panggang, nasi merah, salmon, ubi dan buah-buahan. Minum juga TARA Nature Diablast. TARA Nature Diablast adalah suplemen untuk membantu menormalkan kadar gula darah dan mencegah komplikasi diabetes mellitus untuk penderita diabetes mellitus tipe 2.

  • Minum minuman berkafein berlebihan
    Penelitian menunjukkan, mengonsumsi tiga cangkir kopi setiap hari baik untuk kesehatan. Tetapi, mengonsumsi kafein secara berlebihan dapat mengganggu siklus tidur-bangun Anda. Kafein memblokir adenosin, produk sampingan dari sel aktif yang mendorong Anda tidur. Sebuah studi dari Journal of Clinical Sleep Medicine mengungkapkan, bahwa mengonsumsi kafein enam jam sebelum tidur mempengaruhi waktu istirahat Anda.

Dengan mengenali penyebab rasa lelah, Anda bisa terhindar dari beragam risiko penyakit yang bisa menyerang kesehatan tubuh Anda.

Sumber:

http://www.klikdokter.com

www.webmd.com

newsscience.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>